Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Mauidzoh Gus Amik Anshori Dalam Halal Bihalal di Papua



Penggali Kubur di Makam Baqi'

  


Di pemakaman Baqi' Madinah ada orang tak dikenal yang tiba-tiba menggali kubur, dia bilang bahwa liang lahat ini diperuntukkan bagi Wali Allah dari Indonesia, yang meninggal hari ini.

Setelah menggali, orang tersebut tidak diketahui keberadaannya lagi atau menghilang.

Dan ternyata benar adanya bahwa hari itu jamaah dari Indonesia yang meninggal cuma 1 yakni KH. Muhammadun Abdul Hadi Kajen dan di makamkan di Baqi'.

Kisah Mbah Madun Kajen Tidak Mau Diantar

 


Salah satu kelebihan mbah Muhammadun adalah beliau sangat wara', yaitu menghindari perkara halal yang mencurigakan. Pernah suatu hari beliau pulang dari pengajian berjalan kaki bersama beberapa muridnya, lalu lewatlah seorang saudagar di Kajen, H. Yazid (alm.) mengendarai vespa. H Yazid menawari mbah Madun untuk mengantar beliau ke rumahnya, tapi Mbah Madun menolaknya. Dirayupun beliau tidak mau.

Setelah orang tersebut lewat seorang bertanya kepada beliau, mengapa beliau tidak bersedia diantar. Mbah Madun menjawab: "Saya tau orang itu yang kaya raya adalah istrinya, saya tidak yakin orang itu ketika memakai vespa sudah izin dari istrinya, apalagi izin untuk memboncengkan saya". Beliau mengingatkan kepada santri tentang  hukum fiqh yang sering dilupakan orang yaitu ketika kita meminjam sesuatu maka kita hanya boleh menggunakannya sesuai akad pinjaman. Kita pinjam motor utk dinaiki maka hanya boleh dinaiki, kalau untuk keperluan lain seperti memboncengkan orang maka perlu izin lagi dari yang meminjami. Begitu kata fiqh.

Di Kajen, Orang Sholat Ndak Sholat ya Mati...

 

Kisah KH Moh. Ma'mun Muzayyin tercinta.
Abu Mujiburrahman.
Lahul Fatihah,..

Ini cerita tentangg almarhum KH Moh. Ma'mun Muzayyin yang kita kenal nyantai dan biasa bercanda. Evennya adalah ketika kemah bakti Madrasah Matholi'ul Falah (tahunnya lupa), bertempat di lapangan desa Purwodadi Centong, Kecamatan Margoyoso. Ada alasan tertentu desa ini dipilih sebagai tempat kegiatan kemah madrasah. di antaranya faktor sejarah desa tersebut dikenal sebagai sentra PKI yang masih mewarnai hingga sekarang, warna merah (abangan) masih dinilai dominan.

Di salah satu acara kemah tersebut adalah pengajian umum, beliau almarhum yang mendapat tugas mengisi. Dalam salah salah satu penyampaian beliau yang disiarkan lewat corong speaker dan terdengar ke seluruh penjuru desa:
"Kulo mireng teng mriki niku angker nggih? sanjange teng mriki tiyang ingkang nindaki sholat bakal pejah, nggih? leres ngaten?" (saya dengar desa ini angker ya? jadi pendapat umum disini, warga yg mengerjakan sholat akan mati? bener begitu ya?)

Lanjut beliau:
"Nanging takseh kalah kaliyan dusun kulo Kajen, langkung angker maleh, teng Kajen niku tiyang ingkang sholat utawi mboten, nggih pejah,... kek kek kek kek (disambung tawa khas beliau) (tapi masih kalah dengan desa saya Kajen, lebih angker lagi, di Kajen, orang sholat ndak sholat ya mati,...)

# sekelumit gambaran kiprah kiyai desa membimbing masyarakatnya #

DON'T MISS

Berita, Podcast, Video, HMPS
© all rights reserved
made with by templateszoo